Showing posts with label Puisi Cinta dari pujangga. Show all posts
Showing posts with label Puisi Cinta dari pujangga. Show all posts

Tanda dan Nada

Kita harus bicara
Bukan dengan tanda
Dan nada
Yang bisa bikin kita lupa
Bahwa cinta
Memang ada

Atau kita tak harus bicara?
Biarkan tanda
Dan nada
ungkapkan semua rasa
hingga waktu berlalu
dan kita terus ragu?


14/1/12

JIWAKU TERBANG

jiwaku terbang saat senyum itu mulai mengembang
hingga kini bayangannya masih terpampang
ketika hasrat memenuhi seisi kamar
yang hanya kau dan aku yang berada di dalamnya
kan ku kenang selamanya
kan ku kenang setiap desah yang tercurah saat itu

mungkin benar katamu, tidak akan pernah terlupakan...
selamanya akan kukenang...

dan desah itu tak akan pernah hilang....

10/01/2011

Puisi Inunesia

Pada kedinginan pagi
Aku menatap gambarmu
Berharap bibir mu sampai
Kecup sedikit bibir ini

Rindu itu terus melambailambai
Memaksa hati menjemput kasih
Kenapa akal terus dikuasai
Rindu memang menyiksa hati

Hei.. Kau yang terus menanti
Sabar sebentar ku datangi pasti
Siapkan sedikit seremoni

Kita bercinta sampai pagi 


Adalah Aku


Mengalir
Bagai air

Melayang
Laksana awan

Diam
Seperti batu

SENYUM

Senyummu 1

senyummu
menghangatkan mimpi
menyempurnakan pagi

September 2012

Senyummu 2

kuterima senyum darimu
kukirim senyum untukmu
kita saling melumat senyum
setiap pagi
setiap hari

September 2012

JIWAKU TERBANG


jiwaku terbang saat senyum itu mulai mengembang
hingga kini bayangannya masih terpampang
ketika hasrat memenuhi seisi kamar
yang hanya kau dan aku yang berada di dalamnya
kan ku kenang selamanya
kan ku kenang setiap desah yang tercurah saat itu
mungkin benar katamu, tidak akan pernah terlupakan…
selamanya akan kukenang…
dan desah itu tak akan pernah hilang….

CINTA MATI DALAM BATU

dahulu
di batu itu kupahat namamu dan namaku
tak lupa kutuliskan kata CINTA MATI
dan kau menitikkan air mata
karena kau membacanya
CINTA sampai MATI

kini
batu itu telah dimakan cuaca
masih terpahat namamu dan namaku
di batu itu masih tertulis CINTA MATI
dan air matamu tumpah
kini kau membacanya
CINTA sudah MATI


_Agus Nasihin_

KALI TERAKHIR KULIHAT KAU PERGI

Aku datang juga
hatiku meminta
laut tinggal ombak
camar berteriak.

Angin terserak.

Dermaga tak menambatkan lagi,
Satu-satunya tali
telah lepas dari hati.

Kau pergi, aku dijemput sepi.

Ini perpisahan
yang tak kau pinta.
Tapi aku datang juga.

Dengan tangis mengiringi,
dengan lambai terkulai.
kau tak melihatku lagi.


_Hasan Aspahani_

Malam Membimbing Aku Menjabat Tanganmu

Aku sudah belajar pada malam
bagaimana membisikkan suara
dengan sunyi yang lebih sunyi daripada sunyi

Malam mengajari aku mengucap cinta lewat sepi mimpi-mimpi

Aku sudah berguru pada malam
bagaimana menahan gigil
yang dingin lebih dingin daripada dingin

Malam menceritakan tentang pelukanmu yang menjanjikan hangat ke tubuhku.

Aku sudah bertanya pada malam
bagaimana menertibkan rasa yang tiba-tiba
menjelma menjadi ladang ilalang-luas dan liar

Malam membimbingku menjabat tanganmu


_Hasan Aspahani_