Amanah dalam Sebuah Surat


Beberapa carik kertas bertuliskan kalimat indah terangkai.
Sebuah kerinduan dirimu.
Digores melalui aksara sarat makna.
Suratmu melayang kembali  siang ini.

Andai aku dapat memenuhi dahaga rindumu.
Andai aku bisa menorehkan kalimat cantik sepertimu dengan cepat.
Tentu aku tak perlu membuang waktu hanya untuk berfikir
"kalimat apakah sebagai jawaban atas surat-suratmu?"

Sedari tadi kertas tuk balasan bagi suratmu telah siap menerima tugas.
Pun begitu dengan pena.
Mereka mengangguk setuju untuk mengemban amanah dariku.

Kukatakan pada pena, kali ini tugasmu ringan.
Ukirkan huruf dengan indah.
Ukirkan saja, "Akupun begitu".

Kusabdakan pada kertas, temui orang yang alamat hatinya tertera disitu.
katakan, aku tak sanggup menggerakkan penaku.

Pergilah, temui dia.
Sampaikan amanah ini padanya.





Amanah dalam Sebuah Surat

oleh Nyai Endit pada 16 Juni 2011 jam 15:43