NYAI ENDIT
Nyenangkeun diri, ngahibur batur. Mugia katampi.
SETIA
Laut Pasang. Purnama menggantung. Di ujung perahu, duduk kupeluk lutut nikmati desiran ombak yang tersapu angin. Si cantik datang temani aku. Hmmh..., begitu setia dia. Padahal aku yang membunuhnya dua tahun lalu.
Newer Post
Older Post
Home